Bertemu Klien Kami

Bertemu dengan beberapa dari klien kami

Hingga Desember 2009 TLM memiliki 16,321 klien yang memperoleh manfaat dari berbagai produk dan program yang kami tawarkan. Di bawah ini anda akan melihat profil dari beberapa klien.

TLM bermitra dengan Kiva.org, suatu pemberi pinjaman mikro berbasis internet yang memberikan pendanaan dengan biaya rendah bagi lembaga-lembaga keuangan mikro dengan memungkinkan pengguna web untuk menelusuri profil pengusaha secara online dan memberi pinjaman secara langsung kepada mereka.

Anda dapat melihat klien TLM yang telah didanai Kiva di sini

Untuk melihat semua klien TLM yang sekarang sedang membutuhkan dana di Kiva klik di sini

Zakarias Rassi

Zakarias Rassi

Zakarias Rassi seorang pria berusia 77 tahun dan telah bekerja sebagai petani hamper seumur hidupnya. Ia telah menikah dan dikaruniai 12 orang anak. Ia menjalankan beberapa usaha selama bertahun-tahun. Salah satu di antaranya adalah usaha ojek yang kelola. Pegawainya adalah anak-anak lelakinya.


Zakarias Rassi tergabung dalam Kelompok Cemara dan telah menerima pinjaman sejumlah Rp 3.200.000 dari TLM. Pinjaman tersebut telah digunakan untuk membeli seekor sapi untuk digemukkan selama 12 bulan. Saat ini Zakarias berada pada bulan ketiga pinjaman. Ini adalah pinjaman keempatnya. Ia menggunakan keuntungan yang telah ia peroleh dari pinjaman-pinjaman sebelumnya untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan untuk membeli babi.

Zakarias Sebelum memberi makan pada sapi, Zakarias biasanya pergi ke kebun untuk mempersiapkan pisang dan kelapa untuk dijual. Setelah itu ia pergi ke kandang sapi untuk memberi makan pada sapinya. Sejauh ini, belum pernah ada masalah serius yang ia hadapi dalam menggemukkan sapi.

Zakarias berharap agar ia dapat memberi makan pada sapinya dengan baik agar sapi tersebut dapat memenuhi persyaratan berat badan untuk dapat dijual dan ia berharap agar dapat memperoleh keuntungan yang besar dari penjualan sapi. Zakarias pun berharap agar suatu saat ia dapat memiliki sapi sendiri. Dengan uang dari penjualan sapi ia berharap agar dapat memulai usaha kios. Tidak pernah terlambat untuk memulai suatu usaha!!!


Ostiana Tobe

Ostiana Tobe

Ostiana Tobe berusia 37 tahun. Ia tinggal di Desa Manutapen, Kabupaten Kupang. Ia menjanda pada tahun 2003. Ia memiliki 2 anak; Melkianus, kelas 2 SMA dan Dervin, kelas 3 SMP. Ia menjalankan usaha kios dengan menjual berbagai jenis barang kebutuhan rumah tangga. Usaha kios ini merupakan sumber pendapatan utama baginya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai penidikan anak-anaknya.

Ostiana mulai menghasilkan uang dari suatu usaha dengan menjual es loli ketika suaminya masih hidup. Setelah kematian suaminya, Ostiana harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan ia kemudian berpikir mengenai cara untuk mengembangkan usahanya dengan menjual berbagai kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan modal yang ia miliki, menggerakkannya untuk mencari pinjaman guna menyokong usahanya.

 

Ostiana

Ostiana mendapatkan pinjamannya yang kedua dari TLM sebesar Rp 3.000.000. Ia menggunakan pinjaman tersebut untuk membeli kebutuhan usahanya seperti minyak tanah, rokok, sayuran, voucher isi ulang hand phone, pisang, mie, snack, biscuit dan permen, berbagai bumbu dapur, kayu api, dll.

Ostiana mengakui bahwa pinjaman ini telah membantunya untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Sebelum mendapatkan pinjaman, Ostiana hanya dapat menghasilkan pendapatan harian sekitar Rp 40.000 – Rp 50.000. Namun setelah memperoleh pinjaman, ia dapat menghasilkan Rp 80.000 – Rp 100.000 per hari.

Ostiana berencana untuk menambah stok usaha dan memperluas tempat usahanya. Ia berharap agar ia dapat memperoleh tambahan modal untuk memperluas usaha dan menambah stok usahanya karena impian terbesarnya adalah menyekolahkan anaknya hingga ke tingkat universitas.

 

Apner Natun

Apner

Apner Natun berusia 42 tahun. Ia telah menikah dan mempunyai 4 orang anak: Ricki 15 tahun – Kelas 3 SMP; Frengki 13 tahun – Kelas 6 SD; Nonci 11 tahun, tuli sejak lahir. Apner tidak dapat menyekolahkannya karena di desa tempat tinggalnya tidak terdapat sekolah untuk tunarungu. Dan yang paling terakhir adalah Reni 5 tahun – bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Sebagai seorang petani, Apner biasanya bergantung pada hasil panannya untuk menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia biasanya menjual pisang, ketimun, sayuran, ubi kayu, jagung dan kelapa di pasar0pasar tradisional maupun pasar di Kota Kupang. Pendapatan yang dihasilkan dari menjual hasil bumi terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Itulah sebabnya Apner ingin menjalankan usaha lain. Ia tertarik dengan program paronisasi karena dapat menghasilkan keuntungan setelah menggemukkan sapi tersebut.

 

Apner telah menerima pinjaman sebesar Rp 3.300.000 yang telah digunakan untuk membeli sapi untuk digemukkan selama 12 bulan. Saat ini ia berada pada bulan ke-3 pinjaman. Ia mengakui bahwa ia belum pernah mengalami kesulitan dalam menggemukkan sapi. Setelah memiliki sapi, Apner memiliki kegiatan tambahan untuk memberi makan dan memperhatikan sapinya. Ia sangat menikmati kegiatan barunya ini.

Apner Natun
Bagi seorang petani seperti Apner, memiliki sapi untuk digemukkan sama halnya seperti memiliki suatu harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Ia berharap agar pada akhir tahapan pinjaman, ia dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya karena ia sangat ingin meningkatkan standard hidup keluarganya.